Karena itu aku membatalkan rencanaku untuk pergi ke salon dan jadi pergi ke dokter. Sex Bokep Agak ragu-ragu juga aku memutuskannya. “ayo dek Vina silakan masuk”, suara Mbah Centeng ketika aku turun dari mobil dan menuju teras rumahnya. “body lo mantep banget”. gimana caranya?”. “yah biasanya kan, dukun itu serem, catnya gelap, dekorasinya tengkorak, pokoknya yang kayak gitu deh”. Hari demi hari berlalu, aku masih mual-mual dan terus menerus dihantui oleh hantu Wawan sampai aku merasa tidak tahan lagi dan hampir gila, saat itulah aku melihat sepotong kertas di dompetku. “nggak sih, tapi gue ketagihan nih ama memek lo”. “mbah,, bangun mbah,,”, kataku sambil menggoyang-goyang badan Mbah Centeng. “bentar lagi deh sayang”, balasnya sambil mengenyot puting kananku. Aku sudah tidak bisa membedakan lagi ini mimpi atau bukan karena rasa nikmat yang kurasakan begitu nyata.




















