Aku memeluknya, dia menahan dadaku.“Kunci dulu pintunya” Okey, beres. Kentang, jagung, tomat” Hampir saja aku ketahuan mataku memelototi pahanya.“Kalau kamu mau makan, duluan aja”“Nanti aja Tante, nunggu Oom” Aku memang belum lapar. Vidio Sex Wah, sudah lama sekali aku tak menyentuhnya.Tante sedikit kaget, lalu berbalik membalas pelukanku. Anak ini memang serius banget kalau belajar. Tak bosan-bosannya aku pada buah kembar yang indah ini. Segera saja mataku turun. Ia duduk di pinggiran meja membuka kaki, aku ‘masuk’ sambil tetap berdiri. “Ah, Mas, jangan!” protesnya pelan sambil melirik ke pintu. Ada dua wastafel cermin lebar, bath-tube, dan tempat untuk mengguyur (douce) yang berpintu kaca agak buram.Pantas saja aku lelah. “Tante..Tante…enaaaaaaaak, Tante..” Tante terus saja.Tanganku dituntun ke buah dadanya. dulu,.. Bagian atas baju-mandinya menjadi lebih terbuka karena gerakan tangannya tadi.Meski perasaanku tak karuan, tegang, berdebar, nafas sesak, tapi pikiranku masih




















