”
“Maasss…toloong cabut punyamu. Bokep Cina “Banyak betul sih Mas ubanmu ini ?” komentar mama sambil mulai mencabuti ubanku. “Kenapa Mah……. “boleeeh.sayaaaang ”. “Tapi…..kenapa Maaas ?’ Tanya mama pura2 enggak mengerti kata2ku tadi. Kuperhatikan mama tetap tenang saja, walaupun nafas nya sudah lebih cepat dari biasanya. Karena mama hanya diam saja tapi nafasnya mulai agar teratur, aku berpikir mama mau istirahat atau langsung tidur, lalu kuangkat pantatku pelan2 untuk mencabut kontolku yang masih ada di dalam memek mama, eeehh…nggak tahunya mama dengan kedua tangannya yang mash tetap di punggungku dan memiringkan badannya sehingga aku tergeletak disampingnya lalu dengan matanya masih terpejam dia berguman pelan…Maaas…bii.aarkan..mas….b iarkan punyamu itu dida..laaamm…sebentar. jawabku agak gugup didekat telinganya lagi.




















