Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Bokepindo “Sempurna” katanya dingin. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Aku pun merasa ketakutan. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Aku memekik dan mulai menangis. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Maria. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.




















