Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya. Bokep Arab Chie melambaikan tangannya dari atas balkon. Chie. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. Kok malam-malam?”
Sejenak keheningan terdengar dari seberang, membuatku bertanya-tanya. “Hah? Seharusnya aku sudah bisa menduga ketidak-harmonisan hubungan mereka ketika ayah Chie meninggal dunia. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. Masih tetap larut dalam kesedihannya. Dan itulah Jay, kembaranku, sobat terbaikku.Surabaya, awal Agustus 1999“Chie…”
Kurasakan nafas Chie yang memburu saat mulutnya melumat bibirku dan jemarinya membuka kancing-kancing bajuku. Di saat aku pun berjuang melawan desisan hawa nafsu yang bergejolak dalam diriku.“Ray…”
“Ada, pasti ada suatu saat nanti,” desahku.




















