Baru saja aq memasang ikat pinggang, Iin menghampiriku sambil berkata,“Telepon aq ya..!”Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yg disobek sekenanya. Sial. Bokep indo Aq kegelian menikmati tangannya yg menari di atas kulit punggung. Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aq turun. Bau tubuhnya tercium. Aq menggelepar.“Sst..! Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Lalu asyik membuka tabloid. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Penis. Tetapi, aq harus berani. Angin menerobos kencang hingga seseorang yg membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“Mas Tut..” hah..? Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah?




















