Kemudian kuangkat dagunya hingga wajahnya berhadapan denganku, masih terlihat sisa-sisa maniku di sisi kiri bibirnya yang mungil menetes ke dagunya. “Hai Doel.. Bokep Twitter nggak apa-apa kan cuma nyoba, tapi pembantumu tadi di mana?”, tanyaku sambil melongok ke arah pintu. Sekarang gantian aku yang menggosok seluruh tubuhnya. kenapa Mas, aku capek sekali, besok pagi aja Mas”, kata Yuni pelan. Kuantarkan dia sampai ujung gang, karena itu permintaannya dan setelah Vitara putih itu masuk ke dalam gang, aku kembali menuju jalan besar dan pulang naik taksi. “Ada, emangnya kenapa?” dia balik bertanya. “Oh.., nggak apa-apa”, jawabku, sebenarnya dengan uang muka seratus ribu pun aku juga bersedia.




















