Setelah kedua belah pahaku diurut terasa ada perbedaan. Ia memutar-mutarkan tangannya yang dibalut handuk.“Kenapa Mas,” bisiknya. Bokepindo Kurebahkan tubuhku ke tempat tidur, ia terus memainkan penisku. Wati mengusap-usap dadaku.“Badanmu bagus Mas, dadanya diurut ya?”
“Nggak usah, tanganku aja deh diurut,” kataku.Ia duduk di sampingku dengan kaki menggantung di samping ranjang. Sampaikan terima kasih dan salam untuk pimpinanmu, Pak Is” katanya sambil menyalamiku. Kali ini dibiarkannya pantatku naik dan tanganku meluruskan senjataku pada arah jam 12.“Balik badannya, dadanya mau dipijat nggak?”Kubalikkan badanku. Tok.. Kucoba untuk menaikkan pantatku dengan harapan tangannya bisa lebih ke depan lagi, tapi ditekannya lagi pantatku.“Sudahlah, Mas diam saja nanti nggak jadi pijat,” katanya.Kali ini tangannya benar-benar meremas adik kecilku. Namun kupikir lagi, ternyata hidup ini enak kalau dijalani dengan senang hati. Dilepasnya kacamata dan diletakkan di meja samping ranjang.




















