Mimpiku jadi kenyataan.Kulirik arlojiku, udah jam 24.40. Aku ingin sekali bibir itu mengulum penis. Bokep Barat Aku bangkit dan kusandarkan tubuh Mbak Titis di tembok dapur dengan posisi tubuh berdiri. Tidak jelas apa yang diucapkan. Sekali dilaporin ke suaminya, habislah aku. Terus terang, aku ga suka ama bosku. Kosong juga. Pemandangan ini yang selalu kutunggu. Sejak pertama kali masuk kerja di radio itu, aku udah kepincut dengan Ibu Titis. Terasa hangat di dalam muluntuku. Waktu itu aku bekerja sebagai kru produksi. Gara-gara Pak Min nih. “Kapan-kapan, kalo mbak pengen, Dimas mau ya nemenin Mbak lagi?”
“Mmmmm… Siap Mbak! Ibu Titis tersenyum. Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah. “Dimas… Kamu hebat. Tidak lama di situ aku berniat untuk langsung menyerbu tetek Mbak Titis.



















