Dia menjual, bukan mengemis. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Bokep Tobrut Dia menjual, bukan mengemis. Ketika hujan datang, aku membasah. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Malam semakin larut. Adakah yang lebih tabah dari aku? Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang.




















