“Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. XNXX Jepang Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Mulai dari jaket, T. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Tiba-tiba dia memelukku lagi. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar.




















