Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. Namanya Dewi. Bokep Dan memberikan sebuah kotak hadiah.“Apa ini?”, tanyanya.“Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini”,Ia tertawa. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. “Waan…mbak keluar lagi…AAAHHHH”Mbak Dewi ambruk di atasku. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Aku tak tahu apa itu. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan




















