Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Bokeb Aku agak heran tapi mungkin akan surprise terpaksa aku menutup mata. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi.Aku hanya bisa pasrah saja. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Aku protes, “Datang-datang…, bikin repot. Nyaris tubuhku kini tanpa busana. Aku protes, “Datang-datang…, bikin repot. “Bukan, tapi tutup mata dulu”, kata dia. Tiba-tiba aku merasa kaget, karena bibirku rasanya seperti dilumat dan tubuhku terasa dipeluk erat-erat.“Ugh…, ugh…”, kataku sambil berusaha menekan balik tubuh Kak Agun. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.“Yess! Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. “Alit…, nggak apa-apa, hadiah




















