Mata Norzalina terpejam, bibirnya membentuk bulatan “o’ kecil sementara tarikan garis wajahnya menyiratkan kepuasan yang tak terkira sebelum kemudian wajah rupawan itu terkulai ke arah bahu kiri.Tanpa menunggu waktu lama pak Dollah bergerak maju lagi. Bokep Kamu tampak terkejut mendengar bapak hendak berkunjung?”, tanya Ali padanya,
“Kau tak suka kah dia menengok Hafiz?” tanyanya lebih lanjut. Sebelum meninggalkan dapur dia berbisik lirih ke telinga Norzalina“ Jangan kau bilang ini kepada Ali, sayang jika kau masih sayang anakmu ..” Kemudian dengan sigap dia bergerak keluar dapur menuju ruang tamu untuk menyambut Ali di beranda untuk memberikan waktu pada Norzalina membenahi diri dan memulihkan kesadarannya.Norzalina masih bertumpu lemah di bak cuci, pandangannya nanar dan pikirannya masih beku.




















