Bagas masih rajin menelponku, dan aku pun selalu menunggu telepon darinya.Tetapi aku tidak mau menaruh banyak harapanku kepada dia. Bokep STW Dia pun mengerti, dan pukul 14:30, setelah tamuku pulang dia langsung masuk membawa kantong makanan dan sebotol air mineral.Dia mengambil sebuah kursi dan meletakkan di sampingku, mengambil sumpit yang tersedia dan mulai menyuapiku. Dia langsung mengambil tasku dan menentengnya sambil melingkarkan tangannya ke bahuku.Di stand party sudah banyak orang hadir, bir-bir sudah mulai dihidangkan, brezel dan muffin juga tersedia.Aku mencari sebuah stand meja yang kosong sementara Bagas mengambilkan cocktail dan makanan kecil yang ada. Kami menolak semua undangan standparty yang ada. Sembari berdiri kami pun kembali berbincang bincang, semakin malam kamipun semakin akrab.Karena banyak orang yang hadir, maka kami pun harus berdiri semakin dekat. Berat rasa hati mendengar semuanya itu.Kalau waktu bisa berhenti berputar, membiarkan aku




















