Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu. Film Porno Akhirnya kami bersepakat untuk mengabaikan Chie yang kemudian mengamuk dan memutuskan untuk mengikrarkan tali persahabatan antara kami bertiga. Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. Aku tak ingin mendengarnya. “Aku hanya bertanya,” kata Chie. Karena Chie lebih memilihku. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Itulah sahabatku, gadis cerewet yang berbicara seperti kereta api, yang kukenal sejak penataran mahasiswa baru. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. Kalau kamu?” Chie menghela nafasnya. Aduh. aku mau keluar..”
“Di dalam, Ray..”
“Jangan!”
Chie mempererat rangkulan kaki-kakinya di pinggulku, mengangkat pinggulnya dan menekannya kuat-kuat, batang kemaluanku sekejap nyeri merasakan tekanan itu, dan tanpa bisa kutahan lagi, kepalaku terangkat dan spermaku tersembur keluar.




















