Ibu Selfi lalu menelepon. “Hehe-iya…jangan lupa iya makannnya…,”balas Randy lagi sok akrab. Vidio Sex Tiga SMS yang masuk dalam rentang waktu 5 menit itu membuat hati pemuda itu terbang ke awan-awan…
Berulang kali SMS-SMS itu dibacanya dengan hati yang membuncah… Bahkan ketika matanya ngantuk berat hendak tidur pada malam harinya SMS-SMS itu masih dibaca lagi…Esoknya di kampus, jam 10 pagi SMS dari Ibu Selfi masuk…
“Allow…,”sapanya. Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Bisa telat terus ke kampus kalau pakai mobil,”begitu alasan Randy ketika ia mengirimkan uang sisa penjualan Panther pada Ibunya.BBM-an antara dua insan beda usia itu berlangsung baik dan interaktif… Berhari-demi-hari… Berhari-demi-hari … Terus begitu… Mereka bercerita hal-hal lucu… Kiat-kiat hidup… Sinetron yang amburadul… Politik… Lagu-lagu… Filem… Dan banyak lagi… Mereka pernah dua kali lagi bertemu di Citos, akan tetapi pertemuan itu hanya seperti pertemuan pertama…
Ibu Selfi merasa senang karena BBM atau SMS




















