“Hahahahhaa, serius amat sih ngejemurnya.” Kataku sambil tertawa terbahak-bahak. Bokeb Dia menjemur pakaian terakhirnya. Pelan-pelan tp pasti, aku kudu ngerasain ngentod ama dia. Lama-lama tubuhnya melemah dan aku melepaskan pelukanku. Khususnya para abg-abg yg broken home. Khususnya para abg-abg yg broken home. Budi mencium bibirku, agar tdk keluar desahan yg lebih hebat saat dia mengocok keluar masuk jari nya didalam meqiku. Mereka biasa ketawa-ketawa, beemain gitar, minum-minum alkohol, kalau au sedang mood, aku suka ikut sebentar hanya untuk minum. Aku lalu mengikutinya untuk ketempat jemuran. Kami berciuman sebentar. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Lalu aku duduk disalah 1 bangku yg memang disediakan di atas untuk nongkrong anak-anak. Emm, mungkin dia bukan anak broken home jg.




















