“Rene.. Bokep Jepang ahh.. lalu..’ Matanya memandang ke bingkai foto di atas meja disamping tempat tidurnya. obat.. aduh.. Rena menenggelamkan kepalanya ke dalam lipatan lengannya yang memeluk lutut- lututnya. “Ada adikku loh.” “Biar saja, biar cari pacar.. ‘Sial, jangan sekarang.’ Rene menekan tombol merah di HP- nya. ahh.. ahh.. Rene tertawa, bukan pada tingkah gugup kucing itu, tapi pada kedua gadis di seberang jalan yang saling menyalahkan satu dengan lainnya. Rene masih sempat mendengar erangan si adik yang memaki panjang lebar sebelum sepeda motor itu akhirnya menghilang di kejauhan. “Ayo..” Rene mendahului keluar “Bangsat!” Rene melayangkan tinjunya ke rahang salah seorang anak muda yang berdiri paling dekat dengannya, membuat anak muda itu terjatuh. Rene membiarkan gadis itu membasahi bajunya, sebelum ingatan tentang Rina memaksanya untuk melepaskan pelukannya dan melajukan mobilnya secepat mungkin.




















