Kuambil baby lotion, lalu kembali menghampiri Prima sambil berkata,“Buka celana pendek dan celana dalammu sayang…” Prima menatapku dengan sorot sangsi. Yang jelas, beberapa detik kemudian ia berusaha “membangunkanku”.“Bun…Bunda….” panggilnya setengah berbisik. Bokep Montok Dan mungkin sikapnya malah akan lebih murung lagi besok.“Sebentar,” kataku sambil menepiskan mulut dan tangan Prima dari payudaraku. Coba jujur aja, ada apa ? Tak lagi terpecah-pecah. Tapi ketika kulihat ada folder berjudul Khayalanku, iseng-iseng kubuka folder itu. Dan Prima tampak serius. Kucuci perutku sampai bersih. Yadi juga meperbuat faktor yang sama. “Boleh…ciumlah…” sahutku sambil mendekatkan bibirku ke bibirnya.Bibirnya menggamit bibirku, yang kusambut dengan cengkraman bibirku, lalu menjadi lumatan, lalu pelukan kami semakin erat. Dan ia tersenyum, lalu memelukku juga dengan hangatnya. Sementara harta benda yang kumiliki dari perkawinanku dengan Yadi, kutitipkan terhadap Dayu.




















