Jari tangan mulai dingin. Mulutnya persis di depan Junior hanya beberapa jari. Bokepindo Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Lalu dikocok-kocok sebentar. Simak kisah lengkapnya berikut ini!Jakarta yang panas membuatku kegerahan di atas angkot. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Hitam. Langkahku semangat lagi. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Aku mengikutinya. Ia menikmati, tangannya mengocok Junior.“Besar ya..?” ujarnya.Aku makin bersemangat, makin membara, makin terbakar. Inilah kesempatan itu. Ah segar. Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Ia kerja di sana? Lalu dikocok-kocok sebentar. Ayo. Bicara apa? Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Ia menyentuhnya. Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Betul-betul keras. Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat.




















