Esoknya,dari rumah kuitungitung waktu. Makin lama suarasepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletakpelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara ituhilang.Aku hanya mendengus. Bokep Cina Matanyadikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain dibelakang angkot. Akudipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Membuatku tidakberani. Kini ia pindah ke paha,agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. kataku.Ya itu.Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik ditelingaku di atas ranjang yang putih. Ayo. Apakah suarakumengganggu ketenangan mereka?Pelanpelan suaranya kan bisa Dek, sang supirmenggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat.Satu dua, satu dua. ujar suara wanita muda yang kemarinmenuntunku menuju ruang pijat.Ya.Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Wajahkumerah padam. Kaki disandarkan didinding. Ah sial. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarahpada Junior. Tapi masih terhalang kain celana. Hanya suara kebetan majalahyang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musiklembut yang




















