Ouhh,” Ia gelagapan membalas seranganku. Kami tidur berpelukan sampai pagi dan paginya kuantarkan dia ke Ciawi. Bokep Crot Kamipun segera turun ke bawah untuk mencari makanan. Akhh. Kami akhirnya ngobrol tentang pengalaman kami masing-masing saat masih kuliah. Ia melengos mukanya memerah, mungkin tersinggung dengan ucapanku tadi. Dan meletakkannya di antara kami. Akhh. Kulepaskan seranganku sebentar karena aku merasa jalan tol sudah terbuka di depanku, sekarang tinggal tunggu saat yang tepat saja untuk memacu mobilku. Mau langsung ke Ciawi agak ngeri, apalagi setelah membaca liputan tadi”. “Yeah.. Dari logatnya aku menduga ia berasal dari Banjar. Ketika mata kami saling bertemu, aku memberi isyarat dengan menganggukkan kepalaku. Aku berpikir, kalau saja dia tidak memerlukan pertolonganku, mungkin dia tidak akan mengajak berkenalan. Ouch.. Kalau saja dari tadi.. Ehh ..




















