Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.“Belum, Mas.”“Ibu.. Hingga kembali Mas Iky menegurku.“Sienny, kenapa belum masuk ke kamarmu. Bokep Thailand Mas Iky dan terdengar merintih.Buah dadaku yang mungil dan padat tak pernah lepas dari remasan tangan Mas Iky. Mas Iky kemudian melanjutkan memasak. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini.”Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Sandi sedang tidak berada di rumah. Kepala Wawan rebahan di susu Desi dan kemudian tidur terlentang di sisi Desi. Bukankah dia anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan aku cuma seorang pembantu rumahtangga? Mas Iky ini ada-ada saja. Mas Iky mulai gugup dan panik atas kejadian ini.“Kenapa kamu bisa hamil sih?” Aku hanya diam tak menjawab.“Bukankah aku sudah




















