Pandangan Panas Jepang Vol 33

Juice?” tawarnya sambil ke mini bar dekat situ.“Kopi panas aja Mbak, makasih ya!” jawab Faried sambil menjatuhkan diri di sofa.Ada beberapa majalah dan surat kabar di bawah meja ruang tamu. Bokeb Gerbangnya sudah mulai terbuka, berwarna merah muda dengan dihiasi bulu-bulu halus dan dicukur rapi. Mereka berbagi cerita sambil tertawa-tawa, sesekali Ayu memperingatkan anaknya yang asyik dengan mainannya agar tidak jauh-jauh darinya.“Akhirnya, hari ini saya benar-benar lega” kata Faried,“rasa penasaran selama ini selesai sudah dan kamu menemukan kebahagiaan kamu, seperti yang dulu kita obrolin di taksi, ingat?”“Ya…doa saya agar Abang mendapat jodoh yang baik pun sudah terjawab. Mulanya sang sopir agak rikuh tapi perlahan ia mulai dapat menyesuaikan diri dan menjadi pembicara atau pun pendengar yang baik.AyuSeiring berjalannya waktu, hubungan emosional mereka pun berlangsung hangat. Meskipun begitu, profesinya tak juga ditinggalkan, selain menjadi model ia menjadi

Pandangan Panas Jepang Vol 33

Related videos