Ingin kusergap aroma itu dan menjilat kemulusannya.Mbak Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Bokepindo Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin tak berdaya. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Tapi mungkin karena latar belakang pendidikanku tidak cukup mendukung, management memutuskan merekrutnya. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Hmm..!”
“Jawab!”
“Suka sekali!”Pemandangan itu tak lama. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar. Ia lalu menekuk dan meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya.




















