Siaaaalll, sial banget rasanya saat itu.Damar tidak menyerah, dia duduk dengan membuka setengah celananya, aku pun menjilati penisnya terlebih dahulu agar tegang kembali. Berhubung kami mengejar waktu karena takut teman-teman datang, kami pun langsung melucuti pakaian kami.Aku naik ke atas tubuh Damar yang terlentang. Bokepindo 3 tahun aku terus menunggu kamu mau jalan lagi ma aku.” Lanjut Damar.Dia membelai-belai rambutku dengan lembut. Kadang aku jengkel dan merasa tak adil punya teman yang egois sendiri. Semua dengan kegiatan masing-masing. Semua dengan kegiatan masing-masing. Akhirnya aku lari ke belakang, ketoilet. Kami saling pagut bibir dan bertukar air liur. Damar tak sabar, dia membalikkan posisi dengan aku dibawah. Kenapa nggak aku terima saja ajakannya.Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sudah berciuman.




















