Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan semakin cepat gerakan pinggulnya.“Mas.. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membuat bibirnya mendesah pelan.“Ssshh..” desahnya penuh erotis.Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Bokep Jepang Ini kan hari bahagia kamu setelah kamu lulus” kataku kemudian.“iya aku tahu itu.. Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Setelah membayar minuman yang kita pesan, aku menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat dari cafe tersebut.Tak lama berselang aku menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu cocok menurut kita berdua.Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya menyajikan acara live accustic musik.Sengaja aku memilih Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, karena aku juga pemain musik di cafe yang posisiku di band pemegang rythm sekaligus




















