Saya si Denok, penari jalanan, semua orang di Pasar kenal saya.Siapa yang tidak kenal si Denok yang berkemben merah, berbedak dan bergincu tebal, bertahi lalat di pipi. Itu Kok ditempel ke anu saya?! Bokepindo Juragan tibatiba mau mengambil lagi uang itu.Kalau nggak mau ya sudah, katanya dengan nada kurang senang.Tapi saya tahan uang itu dengan tangan saya, lalu saya ngangguk. Duh, nggak percaya rasanya. saya meracau, bingung dengan badan saya sendiri.Saya belum pernah disentuh orang di bagian situ. Walaupun tak jarang lembarlembar itu diberikan kepada kami dengan kurang sopan misalnya dengan diselipkan ke pakaian kami.Apa saya dan Simbok memang menggoda? Merinding bulu kuduk saya membayangkan apa maksudnya itu.Kalau kamu mau, Denok, aku lunasi tagihan kontrakanmu yang dua bulan itu sekalian mbayar untuk bulan depan, bisik Juragan lagi.Duh, biyung, saya mesti gimana?




















