Aku khawatir kebahagiaan rumah tangga kami akan hancur bila ternyata kenyataan pahitlah yang kami dapati.Akhir Desember 1997 kami menikmati pergantian tahun baru di rumah saja. Bokepindo Mendengar itu Robby malah semakin kesetanan. Tapi tiba-tiba timbul rasa kasihan dalam hatiku. Aku melihat Doni dengan sangat kasar meremas-remas buah dada Wulan. Matanya indah seperti mata ibunya. Sebaliknya saat Robby menusukkan penisnya, dubur Wulan menjadi kempot. Aku tidak tahu apa yang akan diperbuatnya. Tiba-tiba Wulan berteriak keras sekali. Aku hanya melihat, matanya polos menerawang jauh langit di atas sana yang menguning pertanda malam akan segera tiba. Pengakuannya ini membuat hatiku pedih tak terkira.,,,,,,,,,,,,,,,,, Licin dan hangat bercampur menjadi satu. Tapi tiga bulan berikutnya Wulan menghubungiku dan dia dengan memohon meminta aku bertanggung jawab atas kehamilannya. Robby dan Doni menunggu kami di atas tebing sungai.




















