Lumayan untuk menambah gajiku yang hanya 200 ribu sebulan. Bokep STW Sialnya (atau malah untungnya?) aku yang harus menerima hasratnya itu. Ada nasi goreng, bakmi, gorengan dll. “Rasanya enak kok, badan jadi hangat.”
Sambil makan minum tak terasa aku ikut menenggak bir itu meski cuma setengah gelas. Sedangkan para prianya membawa beberapa botol dalam kardus. Yang lain mendorong pintu hingga mereka semua sekarang masuk ke kamarku. Vaginaku sampai ngilu-ngilu, karena hampir tak pernah lepas disumpal zakar ke-6 cowok itu. Dengan uang pemberian mereka yang cukup banyak aku indekost di suatu kampung yang biayanya hanya 50 ribu sebulan. Aku tak melawan lagi, toh rahasiaku sudah diketahui.




















