Lidya hanya diam saja. Bokep Cina Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan.Lidya kembali menghujani wajah, leher dan dadaku yg sedikit berbulu dgn ciuman-ciumannya yg hangat dan penuh gairah membara. Aku merasakan betapa halusnya kulit paha perempuan ini. Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku. Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi. Namun sama sekali aku tak merasakan apa-apa.Dan sikapku tetap dingin meskipun Lidya sudah melingkarkan tangannya ke leherku.




















