Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Bokep India Dadanya bergoyang-goyang ketika ia mengisyaratkan kedinginan.Aku memberikan lilin itu dan memberanikan diri menatapnya agak lama sambil sesekali memperhatikan dadanya.“Kamu nggak takut sendirian? Kalau hujan, pasti lampu mati. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.“Ya, mbak, selamat malam!” kataku.Jauh dalam hati aku sih pingin bilang,“Please dong temenin saya sebentar! Mbak sendiri?” tanyaku, sedikit gugup.“Nggak. Kebiasaan jelek. Rambutnya lurus panjang. Suaranya empuk dan meneduhkan.“Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Ia menghelaku ke kamarku dan menjerembabkan aku ke tempat tidur. Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak Marissa berada di sisiku.Aku duduk di kursi dan menuang air minum.




















