tidak lama setelah itu, Mas Andy dan Mba’ Erna berbicara sambil berpelukan.Karena posisiku saat itu lumayan jauh dan hanya melihat dari sela fetilasi, maka saya kurang bisa menangkap apa yang mereka bicarakan. Bokep Thailand Mba’ Erna hanya mengangguk, lalu kupermisi untuk pergi mumpung filmnya belum masuk ke bagian intinya. Setelah beberapa saat Mas Andy kulihat terdiam, merenung, lalu“ Hmmm… saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya Wan ”,ucap Mas Andy.“ Ya Mas sama-sama… ”, ucapku dengan senyuman.Saat itu dalam hatiku, saya berpikir habislah sudah kesempatanku, tapi setelah di dalam kamar, sekitar 1 jam kemudian saya yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Tangan kananku mengelus – elus Torpedoku yang terasa mulai mengeras.Setelah sekian lama, pada akhirnya Mba’ Erna mencapai klimaksnya untuk yang kedua kali,“ Oughhhhh… Ssssssssssssssss….




















