Di tunggu di ruang makan jam 8.30 pak.– Oh okay, thank you.Kuteruskan mandiku sebentar, sambil mengingat Shanty, kawan lama yang dulu pernah kubuat kecewa. Hayo mengaku. Bokeb Hawa panas kembali menerpa wajahku saat aku membuka pintu taxi. – bersuara lagi si ShantyKali ini kupercepat gerakanku seperti tadi, seirama juga tangan kananku mengusap usap.sambil memekik keras Shanty meremas seprei, memandangku, menunduk, memandangku lagi dan menunduk lama sambil menarik bantal meremas seolah hendak meremukaannya.Sudah paling cepat gerakanku ini, tak mungkin lebih cepat lagi, tapi kubiarkan irama ini terus berlangsung, seirama saat aku melakukan lari cepat mengelilingi lapangan saat latihan.Beberapa saat berlalu…Tiba2 tubuhnya berkelojotan, bergelinjang, bergetar diiringi teriakan tertahan panjangnya– AAAAARGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!Terasa sekali otot tubuhnya kencang semua, mengejang, bergoyang tubuhnya bergerak hendak memeluk betis kananku. Sambil menarik kursi di meja kosong kuperhatikan dua gadis cantik dengan seragam maskapai penerbangan yang




















