“Tentu”, sahutku pendek sambil menyeruput kopiku. Bokep Hot Wajahnya manis imut-imut. Kuulurkan tanganku. “Dewi dan Fenny pingin segera kenalan dengan Kho Ardy.”
“Betul Yen”, sahutku.“Siapa dulu dong yang ngatur”, sahutnya. Tiga minggu sesudah SMS di Delta Plaza, suatu siang Yen menelponku.“Ada khabar gembira, Kho”, kata Yen dengan suara renyah. “Aku mau yang rambut panjang di sebelah kirimu dan si rambut pendek di depanmu itu.”“Sudah kuduga kalau Kho Ardy akan memilih yang itu”, katanya sambil tertawa kecil. Tiga minggu sesudah SMS di Delta Plaza, suatu siang Yen menelponku.“Ada khabar gembira, Kho”, kata Yen dengan suara renyah. Mei juga cerita. “Jelas dong”, sahutku. Di sebelah kiri Yen berdiri Fenny.Ia mengenakan celana dalam dan BH berwarna abu-abu.




















