Mbak Juminten melangkah masuk sambil tertunduk, terkesan sangat kikuk. Bokep Colmek Aku kembali terdiam, kepalaku tetap terasa pusing. “…well..saya tetap belum berminat utk pacaran lagi mbak..”
” Apa yg aden pikir semenjak kejadian itu soal mbak..”Tanyanya kembali. Bocah kecil itu tengah serius melihat tivi di belakang kami. Teh itu tidak terlalu lama mengepul, udara dingin perkebunan ini membikinnya segera tidak begitu panas lagi. ” Mbak temenin saya tidur..”Ucapanku serasa melayang diudara, jantungku berdegup kencang. “Uhh..uhh..shhh..hhhh…” Mbak Juminten mendesah setiap kali aku menusuk selangkanganya. My gosh, aku baru saja menodai perempuan ini. ” Maksudnya..?”
“Yaa apa aden pikir mbak ini jadi perempuan gimanaa gitu di pandangan den agus..”
“Saya nyesel setelahnya mbak, gak tega bikin mbak gitu..yaa selanjutnya saya tetap respek kok sama mbak..”Jawabku.




















