Kini tubuhnya lemas lunglai, kakinya lemas dan tangannya sudah tidak memukul-mukuliku. Vidio Sex Kulihat darah menetes, penisku terasa panas sekali, benar-benar ketat dan panas. “Bukan jidatku Rin, tapi burungku!” kataku sambil membuka resleting. Lalu aku memperkosanya sekali lagi, tidak peduli apa hari besok mau Indonesian Idol kek, mau wisuda kek, yang penting aku bisa menyetubuhi Rini sesukaku sekarang ini dan selamanya….,,,,,,,,,,,,, Rini mengajarkan kami bagaimana cara memanage waktu antara urusan pribadi dengan urusan manggung. Tutup-tutup!”. Kedua alis Rini mengkerut, kini aku berada dalam kecepatan maksimal. Boro-boro diberi latihan vokal, kami dipaksa untuk menjadi model, main di iklan IM3…. “Ya uda sana-sana!” teriaknya membelakangiku, akupun berjalan mendekati ujung ruangan, menggosok-gosonk penisku ke depan-belakang, aku tahu Rini dikit-dikit menoleh ke arahku.




















