Ku usap airmata tulus Anisa. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Bokep Mama Anisa berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. Aku terus memeluk dia, Pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Veggy’nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Diantara rombongan itu satu guru wanita (guru biologi) dan satu guru pria (guru olah raga).




















