Pipit masih saja memandangku tak berkedip. Masih sambil senyum dia balik kanan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Vidio Bokep sudah jauh-jauh balik lagi kan mubazir.. Pipit.. Seperti ingin tembus pandang saja niatku, ‘Pantatnya aduhai, jalannya serasi, lumayan deh..’ batinku. Luar biasa benar kamu Mas..” bisiknya.. Aku dekatkan bibirku hingga menyentuh bibirnya. Pipit masuk ke ruangan dalam mungkin ambil air atau apa, aku diruangan depan. Sebaliknya Pipit juga demikian. Masih sambil senyum dia balik kanan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Ahh.. Aku duduk saja di depan rumahnya yang sejuk, karena kebetulan ada seperti dipan dari bambu dihalaman di bawah pohon jambu.











