“Akkhhh…” kami berdua sama-sama keluar, kukeluarkan spermaku di luar, karena takut dia hamil. Bokeb “Udah tanggung nih”, pikirku. “Tuh enak kan”, kataku. Lalu aku mulai memaju-mundurkan badanku ke depan dan ke belakang. Sampai tidak ada satu benang pun menempel di badan kita. Aku sempat kaget melihatnya. Karena setahuku, ia tinggal berdua saja dengan pembantunya karena ayah dan ibunya yang sibuk mencari nafkah di luar pulau Jawa.Pulang kuliah, aku langsung bergegas pulang, karena kulihat sudah jam 14:30 WIB. Tak lama setelah itu, Laura keluar membukakan pintu. “Langsung saja kita ke ruang tengah, yuk!” ajaknya. Kutarik batang kemaluanku keluar dan kulihat tetesan darah di karpet.




















