“Oh, mama. Bokep Crot Wajahnya murung.“Anakku telah terbuang, Ma.”“Tak ada jalan lain, sayang,” bisikku menenangkan gemuruh dadanya.Aku kembali datang ke rumah pembuat ramuan itu. Bagaimana ini?”Dodi terus menekan penisnya ke dalam vaginaku. Kami membersihkan diri. Perlahan penis itu memasukinya sampai semuanya habis. Aku keluar rumah dengan Dodi pukul 09.00 Wib. Aku pun tersanjung sekali. Aku mendekatinya, dengan maksud agar dia tetap hidup semangat menghadapi semua ini.Jika pagi, kami selalu berdua di rumah. Aku dan Dodi terlalu asyik. Dia memberiku ramuan untuk dua minggu. Kami saling memagut.“Oh, sayangku… cintaku…” bisiknya di telingaku. Jual beli mobil bekas yang ditekuninya semakin membuahkan hasil. Kami sama-sama sampai pada batas kenikmatan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Aku langsung membuka pakaianku. Setelah Dodi melap vaginaku dan penisnya, dia mengecup bibirku dengan lembut.“Aku mencintaimu, Ma… Aku mencintaimu!” Aku tak bisa menjawab apa-apa.




















