Kak Dewi segera mereguk minuman yang kusediakan untuknya itu. Didapur, dikamar mandi, diruang tengah, bahkan diruang tamu. Bokep SMA “Tedy…”, kak Dewi tiba-tiba memecahkan keheningan.Aku yang hendak menyalakan rokok, menoleh.Kulihat kak Dewi menatapku dalam-dalam. Yang pasti, aku menghomati dan mengaguminya sekaligus.Hingga pada suatu malam. Mengarah kebawah dan terjepit paha kak Dewi. “abis keramas nih yee !”, kataku dalam hati.“Apa senyam-senyum gitu ?”, kak Dewi menatapku heran.“Enggak …! Nafasku memburu. Ia membuang muka ketika berpapasan dengan aku yang bermaksud ke kamar mandi. Aku bagai orang yang kesetanan. Kubuka jendela, membiarkan udara malam masuk kekamarku. Trainingku menjadi korban. Kudengar kak Dewi berbicara, rupanya temennya si Sinta brengsek itu udah mau datang.




















