Ia menyenggol kepala juniorku. Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Bokep Hot Kuusap sisa cream. Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Lama sekali ia memijati pangkal pahaku. Sebantar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aku langsung beres-beres dan pulang. Sebantar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aku langsung beres-beres dan pulang. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Ayo. Ah. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku.




















