Sambil berpakaian ia bertanya, “Bagaimana dengan ujian saya pak?”. Dengan sekali tarik aku jatuh ke pelukan Pak Hr, bibirku segera tersumbat bibir laki-laki tua itu. Bokeb Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuhku. “Tidak, terima kasih. “Ehh…! “Minggu depan kamu dapat mengambil hasilnya”, sahut laki-laki itu pendek. Kini kami berdua telah telanjang bulat. “Idih jahat banget!”. “Gimana sudah siap?”, tanya pak Hr mengejutkan aku dari lamunannya. “Tidak, terima kasih. Kami masing-masing terdiam mengumpulkan tenaga kami yang sudah tercerai berai.Aku sendiri terpejam sambil mencoba merasakan kenikmatan yang baru saja aku alami di sekujur tubuhku ini. Tubuh lelaki tua itu bergetar hebat di atas tubuhku. Padahal aku sudah kewalahan dan telah sangat basah kuyup.“Paakk…, aakkhh…!”, aku mengerang keras, kakinya menjepit kepala Pak Hr melampiaskan derita birahiku, kujambak rambut Pak Hr keras-keras. Ini terlihat dari gerakan tangannya yang




















