Lalu dijawab bahwa suaminya telah melayangkan surat gugatan cerai padanya. Kupegang erat punggungnya. Bokepindo saya memejamkan mata, meresapi. Kuangkat kepalanya.Saya beringsut maju dari dudukku. Untung deh nggak ada acara. Yaa hasrateh..kok kamu nanya nanya terus sih.. Kupeluk dengan dua tangan. Mata Mba Yola menutup sejenak, seakan meresapi. Rambutnya tergerai ke belakang. Pipi kirinya ditempelkan di pipi kananku. Hasrat apa sih Mb.. Mba Yola dari dulu memang nggak berubah. Mba Yola lalu duduk di pahaku dengan mengangkat bawah dasternya. Siang itu Mba Yola memakai baju kebesaran ibu ibu jika di rumah, daster. Dielusnya pelan pelan.Sekujur tubuhku sedikit bergetar. Pantatku dipegang erat. Sekilas terbayang bh berwarna hitam dan cd warna putih. Semoga bukan Mba Yola yang sedang ada masalah.




















