Dianya senyum aja menanggapi candaku.“Ya sudah, saya pilih Mbak Rxx. XNXX Jepang Sendirian,” jawabku, sambil memandangnya.“Sudah pernah ke sini?” tanyanya lagi, sambil membuang muka, melihat ubin, yang bentuk dan jumlahnya selalu sama.“Belum,” jawabku. Tampak cukup banyak mobil yang di tempat parkir. Tampak wajahnya Masih meninggalkan “sisa-sisa” kecantikannya.“Gimana Pak, mau dipijat apa..?” tanyanya tidak diteruskan, tapi malah tersenyum. Sendirian,” jawabku, sambil memandangnya.“Sudah pernah ke sini?” tanyanya lagi, sambil membuang muka, melihat ubin, yang bentuk dan jumlahnya selalu sama.“Belum,” jawabku. Dengan Masih mengenakan pakaian lengkap saya duduk di kursi plastik biru yang ada. Tampak wajahnya Masih meninggalkan “sisa-sisa” kecantikannya.“Gimana Pak, mau dipijat apa..?” tanyanya tidak diteruskan, tapi malah tersenyum. Memang cukup cantik, tapi melihat jam segini, biasanya yang cantik sudah cukup lelah kerja. Sambil tetap memandangnya, ternyata ada juga toh Sunda yang nggak putih, dalam hatiku (bukan hitam, tolong




















