Ditambah lagi, uang habis untuk mbayar rumah sakit dan pemakaman, malah mesti berutang ke mana-mana.Saya nggak mampu mengadakan acara macam-macam buat Simbok, hanya bisa mendoakan sendiri semoga arwah Simbok bisa tenang di alam sana dan ketemu lagi dengan Bapak. Bokep Mama Ee, ternyata ibu pemilik kontrakan lagi nangkring di depan.“Siang-siang kok udah balik, Denok? Terakhir kali saya tidur dengan Juragan, perut saya sudah mulai menonjol, dan beliau kelihatan agak khawatir dengan saya.“Sudahlah Denok… Kamu berhenti saja, ingat keadaan kamu,” kata Juragan sambil pelan-pelan menggenjot saya.“Ndak apa-apa Juragan…” kata saya.Saya tersenyum buat Juragan. Duh, yang saya lakukan ini salah nggak ya? Juragan terus-terusan melihat sekujur tubuh saya, sambil memuji.“Ayo dong, nggak usah ditutupin,” kata Juragan. Juragan berdiri di depan saya, mengamati sekujur tubuh saya. Sumpah, saya nggak tahu ada apa gerangan.




















