tapi…..tunggu dulu….. Bokep Family malam semakin larut , Vina merasakan hembusan nafas dingin di telinganya, dan suara berbisik
“i want you……”
dan kemudian Vina merasakan seseorang menciumi lehernya. Vina berusaha berontak, namun tak sedikitpun ia mampu menggerakan tubuhnya. setelah puas, ia membaringkan lagi tubuh Vina di altar , melebarkan kakinya, dan kembali memasukan penisnya.dan memperkosanya dengan brutal. meski begitu ciuman itu begitu nyata dan terasa, bahkan kini ia merasakan lidahnya saling terpagut dan terkait. dia mengeluarkan nafas panjang , saat jari jarinya meluncur pelan di bibir vaginanya, sesekali ia merintih perlahan. Vina akhirnya membuka jendela kamarnya, dan ia merasakan hembusan angin dingin yg menyegarkan, pusingnya hilang, tapi juga ia merasa mengantuk, perlahan lahan angin dingin itu membuai Vina hingga tertidur.




















