“Hey, suatu saat aku ingin bertukar tempat denganmu!” seru pria itu sambil menatap ke arah saya dengan senyuman ramah. Bokep Ojol Nikmati saja.”
Saya hanya bisa diam dan mencoba menikmati. Ahh.. Celana dalam yang dipakainya pun hitam transparan menunjukkan rambut-rambut halus di selangkangannya. Ia mengajak saya berjalan kaki melewati jalan-jalan yang saya belum pernah lewati, daerah-daerah lampu merah, daerah kumuh, dan daerah pusat hiburan malam. Saya sempat heran, orang macam apa sebenarnya teman saya ini. “Mana gelasnya?” bisiknya sambil meraih cangkir dari tangan saya dan meletakkannya di karpet. Tangannya mulai meraba-raba ke balik baju saya, mengelus-elus perut saya, sambil mulutnya terus membisikkan kata-kata indah memuji keindahan tubuh saya. Namun saya juga sadar, jika saya harus melanjutkan kehidupan saya tanpa Jenny.




















